Dengan keadaan seperti ini, Padang Capo belum bisa merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Padahal Desa ini terletak kurang lebih hanya 60Km dari Pusat kota Provinsi dan ±24 Km dari Bibir jalan lintas Bengkulu – Manna (Bengkulu Selatan) tepatnya desa Sukaraja. Beberapa tahun terakhir emang ada APBD Pemprov yang di anggarkan kesana namun belum mampu menuntaskan perso’alan yang dirasakan warga Desa Padang Capo ulu dan Padang Capo ilir Dimusim hujan seperti ini para pengendara bisa menghabiskan waktu seharian bahkan harus bermalam dijalan. Padahal jalan tanah merah dan berlumpur seperti ini hanya sepanjang ±14 Km hingga ke desa. Yang berakibat tingginya harga sembako yang didatangkan dari luar desa (kota Bengkulu) sedangkan harga hasil Bumi dari para petani seperti Kopi, karet dan hasil bumi lainnya ditekan dengan harga serendah rendahnya ini disebabkan tingginya ongkos angkut. warga sangat berharap agar kedepannya pemerintah dapat lebih memperhatikan Pebangunan di daerah seperti desa Padang Capo ini, Baik pemerintah Daerah maupun Pemerintah pusat. Masih banyak desa2 yg masih terisolir Khususnya di Kabupaten Seluma makanya Kabupaten Seluma dimasukkan kedalam kategori Desa tertinggal di Provinsi Bengkulu oleh Mentri Desa Tertinggal beberapa tahun lalu. Semoga saja pemerintah benar benar serius untuk melepaskan setatus Ketertinggalan Kabupaten Seluma sehingga Seluma dapat setara dengan kabupaten dan daerah lainnya di Indonesia..LEBIH SEDIKIT






mantap